01
Juli 2026 15:00 WIB
BANDUNG 36 Kali Dibaca

Efisiensi Anggaran dan Lesunya Konstruksi Bikin Penyewaan Alat Berat PUTR Menurun

Asep Culun

Asep Culun

Penulis

Efisiensi Anggaran dan Lesunya Konstruksi Bikin Penyewaan Alat Berat PUTR Menurun

KAB. BANDUNG (SIGAPNEWS).– Perlambatan sektor konstruksi dalam dua tahun terakhir mulai berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung. Salah satu yang terdampak adalah layanan penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), yang mengalami penurunan permintaan akibat berkurangnya aktivitas pembangunan.


Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Deni Gunawan, menjelaskan bahwa selama ini instansinya memperoleh PAD dari penyewaan berbagai alat berat, seperti steam roller, backhoe, dan dump truck. Selain disewakan kepada pihak swasta, peralatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung penanganan bencana serta kegiatan sosial.


"Alat berat yang kami miliki memiliki dua fungsi, yaitu disewakan kepada pihak swasta sebagai sumber PAD dan digunakan untuk kebutuhan sosial, misalnya saat penanganan bencana," ujar Deni, Rabu (1/7/2026).


Menurutnya, pendapatan dari sektor penyewaan alat berat terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya proyek konstruksi, baik yang berasal dari pemerintah maupun sektor swasta.


Deni menilai kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah menyebabkan sejumlah proyek pembangunan tertunda. Di sisi lain, aktivitas pembangunan oleh pengembang perumahan juga belum kembali bergairah sehingga permintaan terhadap alat berat ikut menurun.


"Pekerjaan konstruksi pemerintah berkurang karena efisiensi anggaran. Sementara proyek swasta, termasuk pembangunan perumahan oleh developer, juga masih sepi," katanya.


Selain menghadapi minimnya proyek, Dinas PUTR juga harus bersaing dengan perusahaan penyewaan alat berat swasta yang menawarkan tarif lebih kompetitif. Menurut Deni, faktor harga menjadi pertimbangan utama para kontraktor dalam menentukan penyedia jasa.


"Kalau penyedia swasta menawarkan harga lebih murah, kontraktor tentu akan memilih mereka. Itu hal yang wajar karena setiap konsumen mencari layanan dengan harga paling kompetitif," ujarnya.


Meski demikian, Deni tetap optimistis target PAD dari sektor penyewaan alat berat dapat tercapai hingga akhir tahun. Ia memperkirakan target yang dibebankan kepada Dinas PUTR berada pada kisaran ratusan juta rupiah, meski belum mengingat angka pastinya.


"Saya tidak hafal nominalnya secara rinci, tetapi targetnya sekitar beberapa ratus juta rupiah," tuturnya. ***

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!