21
September 2025 11:56 WIB
BANDUNG 11 Kali Dibaca

Bupati Bandung Tekankan Retret ASN untuk Perkuat Disiplin dan Integritas Aparatur

Tikman

Tikman

Penulis

Bupati Bandung Tekankan Retret ASN untuk Perkuat Disiplin dan Integritas Aparatur

BANDUNG (SIGAPNEWS).- Pemerintah Kabupaten Bandung berhasil menggelar Retret Aparatur Sipil Negara (ASN) gelombang pertama bertema “Pelatihan Transformasi Birokrasi dalam Mewujudkan Sinergi dan Harmonisasi terhadap Arah Kebijakan Pimpinan Menuju Bandung Lebih Bedas”.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu, 18–20 September 2025, di Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) TNI AD, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diikuti puluhan pejabat struktural eselon II dan III. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan disiplin, integritas, serta kapasitas sumber daya manusia birokrasi guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan retret merupakan hasil kolaborasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung bersama Pusdikajen Ditajenad TNI AD.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa kegiatan retret memiliki peran penting dalam pembinaan ASN. Menurutnya, terdapat lima aspek utama yang harus dipersiapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045, yakni peningkatan kualitas SDM yang profesional dan melek digital, penguatan big data, pengembangan riset dan inovasi, organisasi yang solid, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel.

“Retret ini merupakan langkah nyata, bukan sekadar slogan, agar ASN semakin profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembinaan disiplin bergaya militer yang dipadukan dengan materi kepemimpinan, inovasi, serta penguatan harmonisasi birokrasi. Program ini rencananya akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bandung dapat mengikutinya.

Kang DS berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan sinergi dan harmonisasi, baik di lingkungan kerja masing-masing maupun antarorganisasi perangkat daerah. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan diharapkan berjalan lebih efektif, akuntabel, dan selaras dengan visi Kabupaten Bandung Bedas menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Supardian, mengaku memperoleh banyak pengalaman dari program tersebut. Ia menyebut peserta dibina dengan pola disiplin ketat, mulai dari bangun pukul 04.00 WIB, olahraga, ibadah, hingga apel malam, disertai materi dari narasumber berkompeten terkait sinergi dan koordinasi birokrasi.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung, Yana Rosmiana. Ia menilai retret memberikan manfaat besar dalam memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, materi yang diperoleh menjadi bekal teknis untuk mendukung visi dan misi Kabupaten Bandung sebagaimana tertuang dalam RPJMD Perda Nomor 11 Tahun 2025 yang memuat 57 rencana aksi pembangunan.

Melalui program retret ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap dapat melahirkan ASN yang lebih disiplin, profesional, adaptif, dan berintegritas, sehingga mampu mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan daerah sekaligus selaras dengan prioritas pembangunan nasional. ***

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!